30 Nov 2009
Artis Derry Drajat mulai memperkenalkan diri sebagai calon wakil wali kota, mendampingi calon wali kota Gagah Sunu (PNS), yang akan maju dalam pemilihan Wali Kota Depok dari unsur independen. Pasangan itu, memperkenalkan diri kepada pimpinan Yayasan Bina Insan Mandiri atau Sekolah Gratis Terminal Depok, Senin, 30 Nov 2009.
24 Januari 2010
Kantor DPC Partai Demokrat kebanjiran para peminat kursi Depok 1 yang mengisi lembar formulir permohonan menjadi balon walikota depok 2010-2015.
Mereka adalah Badrul Kamal (Mantan Walikota Depok), Yuyun Wirasaputra (Wakil Walikota Depok saat ini), Hasbullah Rahmad, Rumanul Hidayat, Pradi Supriatna, DR Suyanto (mantan Anggota Legislatif Depok), Agung Witjaksana.
Sementara itu GOLKAR tetap yakin Naming Bothin punya peluang menang pada Pemilu Kada Depok 2010 ini.
5 February 2010
Aktor Derry Drajat yang maju mendaftarkan diri sebagai salah satu bakal calon (balon) Wakil Walikota Depok periode 2010-2015. Bintang sinetron yang juga presenter ini mendampingi Gagah Sunu Soemantri yang menjadi kandidat Walikota Depok. Pasangan Gagah-Derry maju melalui jalur independen.
10 February 2010
Wakil Wali Kota Depok, Yuyun Wirasaputra, menyatakan kesiapan untuk mengikuti pertarungan politik dalam Pemilu KADA Depok 2010. Di sejumlah lokasi di Kota Depok terpampang wajah Yuyun Wirasaputra, yang akan mengusung tema "Depok sebagai Kota Impian". Menurut dia, perkenalan kepada masyarakat tersebut melalui pemasangan baliho-baliho
23 Maret 2010
Dari beberapa survey yang di lakukan beberapa elemen masyarakat dan jaringan berbagai media melalui poling center di peroleh bahwa Incumbent Nurmahmudi Ismail, masih menduduki peringkat pertama hasil poling, yakni lebih dari 25 persen.
Sedangkan Badrul Kamal yang mencalonkan kembali menjadi Walikota Depok menduduki peringkat kedua yakni di bawah 25 persen di susul Naming D Bothin dan Yuyun Wirasputra.
Hasil poling ini menandakan bahwa persaingan dalam Pemilu KADA Depok mendatang bakal ketat. Sejumlah elemen masyarakat seperti himpunan pemuda dan masyarakat Depok menilai bahwa hasil poling itu bukan merupakan suatu jaminan bahwa seorang calon bakal meraih suara terbanyak saat pelaksanan pencoblosan suara.
05 April 2010
Sudah 14 partai politik yang mengusung Badrul Kamal atau BK sebagai calon Wali Kota Depok.Ke-14 parpol yang sudah tegas mendukung BK adalah PDIP, PDS, PKB, Partai Gerindra, dan 10 partai gurem yang tergabung dalam koalisi bersamanonfraksi.
Juru bicara BK, Edmon Johan, mengatakan, partai koalisi yakin Depok akan lebih baik di bawah pimpinan BK. Partai koalisi juga sangat ingin Partai Demokrat ikut mengusung BK sebagai calon Wali Kota Depok
16 April 2010
Wakil Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) DPC PDIP Kota Depok Hermanto menegaskan, partainya tetap mengusung Badrul Kamal sebagai kandidat wali kota Depok dalam Pemilu KADA 2010.
“Kami tetap mengusung Badrul Kamal sebagai kandidat wali kota Depok periode 2011-2016,” kata Hermanto di Depok, Jumat.
22 Juni. 2010
Derry Drajat memastikan diri akan terus maju dalam pemilIhan umum kepala daerah (Pemilukada) Kota Depok yang akan digelar 16 Oktober 2010 mendatang. Menurut Derry, saat ini dirinya dan pasangan bakal calon wali kotanya, Gagah Sunu Somentri tengah memersiapkan diri untuk mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok. Derry memilih jalur independen karena tidak mau terikat dengan utang politik
Rencananya pasangan ini akan mendaftarkan diri pada Kamis (24/6/2010). hingga hari kedua pembukaan masa pendaftaran pasangan calon perseorangan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok belum menerima satu pun calon yang mendaftarkan diri. Sementara untuk pendaftaran pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dari partai politik atau gabungan partai politik akan dilaksanakan mulai 18 Juli sampai 25 Juli 2010
30 Juni 2010
Kepada Rakyat Merdeka Online, Ketua Komisi A DPRD Kota Depok, Qurtifa Wijaya, mengatakan syarat dukungan untuk calon Walikota dan Wakil Walikota haruslah dari warga yang mempunyai hak pilih. KTP dari orang yang sudah meninggal dunia tentu saja tidak memenuhi syarat.
01 Juli 2010
Aktor Derry Drajat dan pasangannya Gagah Sunu Sumantri dilaporkan Panwaslu Kota Depok, terkait dengan dugaan pemalsuan surat dukungan sebagai bakal calon wakil wali kota dan wali kota Depok dari jalur perseorangan dalam Pemilu KADA mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Divisi Penanganan dan Tindak Lanjut Pelanggaran, Panwaslu Kota Depok, Sutarno mengatakan, akan menindaklanjuti kasus tersebut dan akan memanggil pihak-pihak yang terkait dengan masalah tersebut termasuk pasangan Gagah Sunu Sumantri dan Derry Drajat
Menurut dia, ada empat kesimpulan dari suatu kasus yang ditangani yaitu pelanggaran pidana pemilu, maka kasus tersebut akan ditindaklanjuti ke polisi. Pelanggaran administrasi pemilu yang akan diselesaikan oleh KPU Kota Depok.
02 Juli 2010
Wartawan harian Monitor Depok Asti Ediawan berencana menggugat pasangan Gagah Sunu Soemantri dan Derry Drajat yang maju dalam pemilukada kota Depok, Jawa Barat.
07 Juli 2010
Derry mengklaim, dari 52 ribu dukungan yang diajukan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 24 Juni 2010 lalu, hanya satu orang yang menyatakan keberatan. Derry menambahkan, sesuai aturan Peraturan KPU No 68/2009, setiap warga yang mencantumkan fotocopy KTP tetapi tidak mendukung pasangan tersebut, hanya tinggal mengisi formulir B8 untuk mencabut dukungan.
30 Juli 2010
Derry Dradjat dan Gagah Sunu Soemantri kembali mendatangi Kantor KPU Kota Depok. Kedatangan keduanya bertujuan untuk memberikan berkas dukungan yang kurang. Pasangan ini membawa 7.064 berkas dukungan ke kantor KPU Kota Depok.
Tetapi dari jumlah tersebut, hanya 6.824 berkas yang diterima. Ini dikarenakan berkas kekurangan yang diantarkan hanya boleh diberikan maksimal 2x lipat dari berkas kekurangan sebelumnya. Ini artinya Derry Dradjat melengkapi berkasnya.
21 Agustus 2010
Bakal Calon (balon) Walikota Depok, Badrul Kamal (BK) di duga akan mengintervensi hasil putusan sidang pleno Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Depok terkait putusan sah suara (dukungan) Partai Hanura yang beberapa waktu lalu sempat kisruh karena memberikan dukungannya kepada dua pasangan yang berbeda, yakni kepada Badrul Kamal-Agus Supriyanto (BK-PRI) dan kepada pasangan Yuyun Wirasaputra-Pradi Supriatna (Yudistira).
Dugaan adanya intervensi di KPUD Depok semakin menguat setelah pukul 22.00 WIB, semalam, Jumat (20/8), Rakyat Merdeka Online memergoki pertemuan antara Ketua KPUD Depok, Muhammad Hasan dengan pihak Badrul Kamal di salah satu hotel mewah (SJ), yang berlokasi di kawasan Jakarta.
24 Agustus 2010
KPU mengundi nomor urut dengan memberikan amplop berisi nomor dan meminta setiap calon mengambil satu persatu.
Hasilnya, pasangan Gagah Sunu Soemantri-Derry Drajat mendapatkan nomor urut satu, pasangan Yuyun Wirasaputra – Pradi Supriatna mendapat nomor urut dua, pasangan Nurmahmudi Ismail – Idris Abdul Somad mendapat nomor urut tiga, dan Badrul Kamal – Agus Supriyanto mendapatkan nomor urut empat.
30 Agustus 2010
Komisi Pemilihan Umum Kota Depok meloloskan empat pasang bakal calon yang sebelumnya telah mendaftarkan secara resmi ke penyelenggara Pemilu KADA tersebut.
Pasangan yang lolos adalah :
1. Gagah Sunu Sumantri-Derry Drajat
2. Yuyun Wirasaputra-Pradi Supriatna
3. Nur Mahmudi Ismail-Idris Abdul Shomad
4. Badrul Kamal-Agus Supriyanto.
02 September 2010
Calon Wakil Wali Kota Depok, Derry Drajat mengaku akan didukung sejumlah artis ibu kota untuk bisa memenangkan Pemilu KADA kota tersebut. Derry mengatakan, artis yang sudah menyatakan kesiapannya, yaitu Jarwo Kwat, Gus Pur, Yurike Prastika,Harry De Fretes, Pangky Suwito, Yati Octavia dan lainnya.
Derry menegaskan, cara yang digunakannya tidak seperti partai di atas panggung dan bernyanyi. Nantinya lebih banyak terjun ke masyarakat dengan masuk ke kampung-kampung.
03 September 2010
http://www.gagahderryindependen.com/ dibuat untuk memenangkan pasangan independen ini. Dengan Registrar UK2 GROUP LTD, geliat dukungan di dunia maya dimulai.
06 September 2010
Komisi Pemilihan Umum Kota Depok, mengumumkan daftar kekayaan calon walikota dan wakil walikota Depok itu. Pengumumannya ditempelkan di depan kantor KPU kota Depok.
Dari pengumuman itu diketahui, pasangan Yuyun Wirasaputra-Pradi Supriatna memiliki harta terbanyak kedua. Jika digabungkan, harta Yuyun, wakil wali kota saat ini, dan pasangannya Pradi Supriatna, berada di urutan kedua, Rp8,852 miliar.
Sedangkan Wali Kota Depok saat ini, Nur Mahmudi Ismail dengan pasangannya Idris Abdul Shomad, hanya memilik harta kekayaan sebanyak Rp4,546 miliar. Satu-satunya pasangan dari jalur independen, Gagah Sunu Somantri-Derry Dradjat memiliki jumlah harta kekayaan paling sedikit yakni Rp2,394 miliar.
29 September – 12 Oktober 2010
Empat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Depok melakukan kampanye damai hari pertama kampanye,kamarin.Kampanye damai bersama dimulai dari Gedung DPRD Kota Depok, Kota Kembang,Sukmajaya,Depok.
Selain kampanye di tempat terbuka, kampanye juga dilakukan melalui SMS dan door to door membagikan pamflet visi dan misi calon.
Diawali dengan penyampaian visi dan misi empat pasang calon wali kota dan wakil wali kota, yakni pasangan Gagah Sunu Sumantri-Derry Drajat, Yuyun Wirasaputra-Pradi Supriatna, Nur Mahmudi Ismail- Muhammad Idris Abd. Somad, serta Badrul Kamal- Agus Supriyanto.
08 Oktober 2010
Dua pasangan calon walikota Depok tidak menghadiri debat kandidat yang digelar di kampus Univeristas Indonesia. Dua pasangan calon yang tidak hadir itu adalah pasangan Derry Drajat-Gagas Suna Soemantri dan Yuyun Wirasaputra-Pradi Supriatna.
16 Oktober 2010
Dalam perhitungan suara cepat atau quick count yang dilakukan dari berbagai pihak, calon Walikota Depok incumbent, Nur Mahmudi Ismail, unggul dari lawan-lawannya.
Berdasar hitungan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Nur Mahmudi memperoleh suara sebanyak 38,38 persen. Sedangkan kandidat lainnya, tercecer jauh di belakangnya, yaitu Badrul Kamal-Supriyanto (BK-PRI) dengan 27 persen, Yuyun Wirasaputra-Pradi Supriatna (Yudistira) dengan 22 persen dan Gagah Sunu Soemantri-Derry Drajat dengan 10,91 persen.
20 Oktober 2010
Ketua KPUD Depok M Hasan memutuskan untuk mengskors rapat pleno KPUD Depok mengenai hasil perhitungan suara Pemilu KADA Depok. Hal ini dilakukan terkait adanya keributan dari tim sukses dari 3 pasang calon Walikota Depok yakni nomor urut 1, 2, dan 4 karena keberatan dengan dipercepatnya rapat pleno.
Rapat pleno KPUD Depok sempat diwarnai keributan karena rapat hari ini rapat digelar lebih cepat dari jadwal semula yakni Senin 25 Oktober 2010. Diwarnai juga oleh aksi pemukulan oleh oknum anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Depok, Sal, terhadap kontributor TV-One, David, hingga dirawat di rumahsakit.
23 Oktober 2010
Hasil rekapitulasi perolehan suara tingkat kota menunjukkan 45 persen warga tidak menggunakan hak pilihnya alias golput (golongan putih) dalam Pemilihan Wali Kota Depok. Artinya, Lebih dari 480 ribu dari 1.054.000 warga yang terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tak menggunakan hak pilihnya.
Persentase ini melebihi perkiraan angka golput yang dilansir dari hasil hitung cepat Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) pekan lalu. Hitungan Puskaptis menyatakan angka golput Pemilu KADA sebesar 37,5 persen.
Seluruh saksi dan tim sukses dari tiga pasang calon Wali Kota Depok yang kalah dalam Pemilukada pada 16 Oktober lalu, menolak menandatangani hasil rekapitulasi suara. Mereka bahkan menuding Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok menggelembungkan suara bagi pasangan lain dengan menyembunyikan sisa surat suara.
Mereka bahkan akan menggugat hingga ke tingkat KPU Provinsi Jawa Barat, Badan Kehormatan KPU, serta Mahkamah Konstitusi. Jumlah total sisa surat suara yakni sekira 500 ribu lembar. Ribuan lembar surat suara tersebut tidak terpakai terkait angka golput dan partisipasi pemilih.
Hasil akhir rekapitulasi suara Pemilukada Depok yakni Gagah-Derry Drajat sebanyak 54.142 suara, Yuyun Pradi 124.511 suara, Nur Mahmudi-Idris 227.744 suara, dan Badrul Kamal-Supriyanto 149.168 suara.
27 Oktober 2010
Gagah Sunu Sumantri - Derry Drajad dan Yuyun Wirasaputra – Pradi Supriatna, melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi untuk menganulir kemenangan Nur Mahmudi, Rabu, 27/10/2010.
29 Oktober 2010
Pasangan Nur Mahmudi Ismail – KH. M. Idris Abdul Shomad (Nur Berkhidmad) menegaskan siap menuntut balik pasangan lainnya, yang mengajukan gugatan atas kemenangan pihaknya pada Pemilu KADA Depok yang baru saja dilaksanakan pada Sabtu, 16/10/2010 lalu.
25 November 2010
Dalam sidang yang langsung dipimpin Ketua MK, Mahfud MD, majelis hakim MK akhirnya memutuskan menolak gugatan yang diajukan pasangan Badrul Kamal-Agus Supriyanto (BK-Pri), Yuyun Wirasaputra-Pradi Supriatna (Yuyun-Pradi) dan Gagah Sunu Sumantri-Derry Drajat.
Persidangan yang berlangsung selama 1 jam, dari pukul 14.00-15.00 WIB, MK akhirnya tegas menyatakan gugatan itu ditolak. Dengan begitu secara otomatis berarti pasangan Nur Mahmudi Ismail dan Idris Abdul Shomad tetap sah sebagai pemenang pemilukada Depok. Keduanya pun berhak duduk sebagai walikota Depok periode 2011-2016.
0 komentar:
Post a Comment